Monday, March 1, 2010

" RAPUH "


Saat sepi menggelayut dalam heningnya langit malam, kemanakah diri kan melangkah mencari kekasih yang kini hilang. seribu cara kucoba mempertahankan tonggak kasih sayang kita, namun seribu kali pula kau coba hapus aku dalam bentangan kanvas hatimu.

Kini mungkin kau tersenyum puas, aku pun telah puas menangis untukmu, aku menulis ini bukan karena aku putus asa...bukan pula mengutuk guratan takdir, apalagi mengkambing hitamkan perasaanku yang telah menjadi puing, aku hanya tak mampu lari dari nyataku,
inilah aku " RAPUH"

Ya...kau tau itu, tapi tak pernah kau coba tuk tegarkan aku walau hanya bisikan, tapi lagi-lagi inilah aku.

yang tak pernah usai menunggumu, yang selalu setia mengikuti sang waktu agar Dia pertemukan kita kembali.

Satu persatu cerita kita terurai ditealan kabut malam, jalan setapak yang pernah merasakan jejak langkah kita seakan merindukan kita.

Rerumputan yang dulu selalu segar menyapa wajah pagi kita, kini seperti enggan bergoyang.haruskah aku meniti semuanya kembali seorang diri..? sedangkan mereka merindukan sosokmu. seperti aku yang tak pernah letih dalam sembab malam-malamku, akankah aku rengkuh kembali bayangmu? Kau memang rajin menyambangi aku dalam tidurku, tapi tidakkah terpikirkan olehmu bahwa aku merindukan mu kembali nyata dalam hari-hari ku.

Thursday, February 25, 2010

"Prosa Seonggok Pandir"


Adakah kau dengar daun saling berbisik berguguran menjumpai metamorfosis,,,?

Adakah terlihat letupan asap menukik diantara kawah berbau sengau, mungkinkah tercium aroma senja mengaum ketika petang berpayung hujan. Mampukah kau menggerayang tatkala jiwa berlarian mencari sesiapa mau mendulang mengganti sepi.

Adakah kata menyesal telah membirukan lapuk tadi pagi, begitulah adanya menandai datangnya penghidupan dan pengharapan dimana binatang jalang mulai jahil merayap menggerayangi malam, dan hanya menyisakan satu kekuatan

" jiwa yang terpendar "

Dunia kian senja, orok-orok mengermil meminta diluapkan dibumi, adakah mereka tahu bagaimana bumi kian beringas..lusuh dan tak pernah ramah terhadap yang lemah, apakah itu pula kesalahannya?

Dari dalam katup terdengar lengkuh mengaduh mengolok jiwa yang kerdil mencibir nyali ciut tak buntu, dimana dulu dikisahkan Adam bertemu dengan Hawa melahirkan "CINTA" indah semua-mua berbunga cipta,

Namun cinta itu pula memabukan, menghantarkan kepada sakit tak berkesudahan, hanya menyisakan pahit nyinyir kerinduan, cinta yang kian sekarat terkikis beriring badai tsunami waktu lalu. Lapindo mengusung dan menyiramkan cecangguk busuk yang hanya biasa menikam dari belakang.

Wahai dunia yang kian lelap, apakah kau masih bertengger disana?

" Ku hanya ingin dimengerti "


Tak akan pernah sama sekali mereka tahu akan isi hatiku,
Kepedulian, Kejujuran dan kesetiaan yang selalu aku tanamkan selalu mereka abaikan
Entah mengapa?

Akhirnya aku tersadar bahwa mereka tak benar, memintaku untuk menjadi dalam bagiannya, belahannya.

Komitmen yang dulu ku tawarkan tak pernah sedikit pun digubris dan tanggapinya
Padahal hanya itu yang aku pinta, dan tak lebih dari itu.

Uang hanyalah pelengkap dalam hidupku
Yang ku pinta bukan materi,
tetapi hanya pengertian semata dan itu lebih dari cukup bagiku,

Apakah pengertian itu bagi mereka hanya janji dari mulut manis seseorang?
Kenapa?
Mereka tak tahu padahal orang yang mereka kenal adalah org terdekat pada mereka sebenarnya.
Tulus, ikhlas menerima mereka apa adanya.

Hanya ada satu penyakitan yang selalu akan mereka terima yaitu penyesalan..

Jangan pernah menyesal apabila seseorang yang benar benar menyayangi anda meninggalkan anda begitu saja
Karena anda tak pernah bisa memahami dia yg sebenarnya ada mengerti untuk anda.

Saturday, January 23, 2010

" Bercerita tentang sahabat "


Memilikimu adalah suatu hal yang terbodoh yang pernah aku lakukan, dalam segala laku kau selalu anggun layaknya sebuah angsa putih, namun sebenarnya kau hanyalah sipandir yang bermimpi mendapat bula, kini kau tengah menuai bara yang telah kau ciptakan sendiri, tuturmu yang dulu teduh hanyalah payung kemunafikanmu semata, kau giril bergantiaan manakala sedang asik dalam sebuah panorama kontras tentang drama kehidupan,, kini bulumu berceceran dan berhamburan berlarian meninggalkan sayapmu yang kian berubah menjadi hitam sebelum putih menghias, bau nyinyir selalu berkumandang tatkala suara sendau tersedawa dengan tiba-tiba.

Kawan sampai kapankah selalu kau sajikan tabir kemunafikanmu adakah kau telah pula merasa indah dalam setiap likumu dan tepekur dalam kokang tembok dusta. Janganlah berharap dunia kecil yang kau ciptakan nyaris sama dengan bumi yang kau tapaki kini, sebab duniamu tak berair, tak berawan, dan semuanya gersang.

meski belantara merajai disetiap pundi, dan luberan emas menimbuni, sadarlah kawan dipana ini kita hanya menumpang minum, makan pun jangan terlalu tamak,

engkau melakukan parodi terlalu lentur untuk kau dendangkan, dan terlalu bodoh apa yang kau lakukan kawan..,

sahabatmu yang benar-benar dibelakangmu pamit untuk kebohongan yang kau ciptakan sendiri. Akupun telah pula malu mendulang senyum yang sangat terlihat gamang, tak sudiku jika harus menyaksikan keterpura-puraan mu terhadap dunia.

Maaf karib..aku harus pamit....

Thursday, January 21, 2010

~ Warnaku ~


Dunia itu penuh warna. dan aku diciptakan dengan warna yang berbeda dan aku sungguh tidak biasa mengubah warna yang aku miliki . karena memang pada dasarnya itulah warnaku, yang biasa aku lakukan adalah memperbaharuinya, agar terlihat istimewa di hadapan orang lain.

Walaupun aku tahu itu sangatlah berat tapi aku takan pernah menyerah dan aku akan terus berjuang, berjuang dan terus berjuang, demi sebuah pengakuan?

Cinta tidak memandang kesempurnaan, bukan milik kita jangan biarkan suasana jadi beku kalau tidak dari sekarang, mungkin kesempatan ini takan pernah terulang lagi. siapapun kamu orangnya?